PERKEMBANGAN COSPLAY DI INDONESIA

Bagi kaum awam, mungkin agak asing mendengar kata “Cosplay” ,namun tidak sedikit juga ada yang tahu apa itu cosplay,Cosplay sendiri memiliki arti menirukan atau memperagakan karakter yang mirip dengan Film Movie ataupun anime. Di kehidupan sehari sehari ,Cosplay merupakan hal yang termasuk jarang dan susah untuk ditemukan, Anda hanya akan menemukan cosplay pada Promosi di Mall ataupun Event anime-anime, itupun hanya dilakukan pada hari hari tertentu saja.



Di Indonesia sendiri cosplay ini mulai dikenal pada tahun 1994. Pada waktu itu untuk pertama sekalinya Himpunan Javanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia mengadakan event gelar Jepang UI. Dan event yang diadakan oleh Universitas Indonesia ini masih tetap digelar hingga pada saat ini. Pada event ini belum terlalu banyak yang meminati cosplay.  Cosplay dilakukan dengan merias seluruh bagian tubuh dengan Make-up untuk menirukan suatu karakter/tokoh semirip-mirip mungkin,semakin mirip dengan karakter yang di Cosplay kan,semakin bagus juga Cosplay tersebut. Mungkin di antara kita, ada yang sudah pernah ber-cosplay, atau bahkan mungkin ada yang menyukainya sehingga setiap ada acara dimana bisa ber-cosplay, selalu hadir di sana untuk ber-cosplay.
Cosplay, singkatan dari “costume play”, yang merupakan suatu bentuk pertunjukan seni dimana para pesertanya mengenakan kostum dan aksesoris untuk merepresentasikan karakter atau ide tertentu.  Cosplay merupakan salah satu budaya pop dari negara Jepang yang mendunia selain harajuku style. Pelaku-pelaku ataupun peserta-peserta cosplay tersebut disebut cosplayer“orang yang menggunakan kostum”. Banyak peserta cosplay yang melekatkan diri mereka sendiri secara fiksi dan emosional kepada identitas karakter-karakter yang mereka pilih. Karakter tersebut sering kali diangkat dari fiksi populer di Jepang, namun pada tren belakangan ini, karakter yang diangkat juga termasuk karakter-karakter dari barat seperti film fiksi dan kartun. Sering kali kita melihat bahwa peserta cosplay ini melakukan pertukaran peran seperti wanita yang memerankan karakter pria. Hal ini sering dilakukan bukan karena mereka suka pada peran itu namun karena mereka mampu melakonkan tokoh tersebut.


Kostum “cosplay” yang dipakai oleh para cosplayer tersebut membutuhkan dana yang lumayan besar untuk mendapatkan bahan dasar kain sesuai karakter yang akan diperankan. Selain itu, dalam ber-cosplay para cosplayer juga bahkan merubah nada bicaranya dan berusaha sama dengan tokoh yang diperankannya. Memang para cosplayer ini sangat menginginkan peran yang dibawakan itu sempurna. Mereka akan sangat bangga dan merasa berhasil apabila sudah sempurna. Namun terlepas dari semua itu, apabila kita memasuki dunia cosplay, kita akan mendapat manfaat yang dapat menguntungkan juga. Seperti kita akan dapat banyak teman, dan bahkan akan menemukan banyak koneksi sampai keluar negeri. Apabila ditelusuri lebih dalam para cosplayer ini mempunyai banyak para penggemar yang datang dari berbagai kalangan. Dikalangan penggemar para cosplayer tersebut sering juga disingkat dengan coser ataupun layer. Para pengemar dan peserta cosplay sudah tersebar keseluruh dunia. Seperti di Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.
 Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan sederhana bahwa Cosplay adalah bermain-main dengan kostum, dimana kostum tersebut akan dapat memberikan suatu personifikasi terhadap orang yang mengenakannya, sehingga orang tersebut merasa menjadi semakin dekat atau menjadi tokoh atau peran yang kostumnya ia kenakan, dan orang lain juga jadi bisa mengenali dirinya melalui kostum yang dikenakan olehnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Cara Membuat Vlog di Youtube

Pengertian Desain, Jenis Dan Manfaat Desain